BPODT Gandeng Rumah Produksi Film “Women From Rote Island” Untuk Garap Film Batak
- Herlambang Ichtiarto
- 14 May, 2025
BPODT Gandeng Rumah Produksi Film “Women From Rote Island” Untuk Garap Film Batak
Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT)
bersama Rumah Produksi PT Bintang Cahaya Sinema tanda tangani MoU pembuatan film
pendek yang mengangkat Budaya Batak, Kamis (8/5/2025).
“Tujuannya ini untuk mempromosikan Danau
Toba, lebih tepatnya Geopark-nya,
kekayaan alamnya dan budayanya, untuk di promosikan melalui film pendek
tadi di kompetisi-kompetisi
internasional. ” Ungkap Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan.
Chief Executive Officer (CEO) rumah
produksi PT Bintang Cahaya Sinema, Rizka Kurnianingrum mengatakan bahwa film
pendek ini akan mengangkat tema perjuangan perempuan Batak. Garis besar film
ini akan menceritakan perjuangan seorang ibu untuk keluarganya.
“Untuk ceritanya sendiri, mungkin akan bisa
lebih detail ke depannya. Saat ini kita masih proses meriset lebih dalam. ”
Ucap Rizka.
Rizka mengatakan bingung menentukan lokasi
shooting film pendek di sekitar Danau Toba. Ia dan tim telah mensurvey lokasi
ke pulau Samosir dan Bakkara, dan kesulitan menentukan lokasi shooting karena
keindahan di setiap lokasi di sekitar Danau Toba.
“Hari pertama kami sudah ke pulau Samosir,
dan kami menentukan lokasi shootingnya akan di Samosir. Hari kedua kita pindah
ke Bakkara, dan kita jadi goyah. Ini kok hampir semua lokasinya bagus semua ya?
Jadi kita ga bisa memutuskan terlalu cepat bakal shooting dimana.” Kata Rizka
dengan kagum.
Film ini akan melibatkan penulis dan
sutradara Bagus Wirati Purbanegara (B. W. Purbanegara). Ia dikenal dengan film
Ziarah (2016), Doremi & You (2019) dan Romantik Problematik (2022).
B.W. Purbanegara telah memenangkan banyak penghargaan lewat film Ziarah. Penghargaan tersebut meliputi Film Terbaik di Salamindanaw Film Festival, Skenario Terbaik versi Majalah Tempo, Nominasi Penulis Skenario Terbaik di Festival Film Indonesia, Nominasi Film Terbaik di Apresiasi Film Indonesia.
Mengenai Film “Women From Rote Island”
Film “Women From Rote Island” menceritakan
tentang Martha, seorang perempuan dari pulau Rote yang telah lama merantau
untuk bekerja di perkebunan sawit di Malaysia. Kepulangannya ke Pulau Rote
dalam keadaan depresi dan banyak luka di tubuhnya ternyata memiliki latar
belakang yang mencekam.
Sebelumnya, Martha telah mengalami kekerasan
seksual dari majikannya Malaysia. Alih-alih mendapatkan bantuan di kampungnya,
Martha justru menjadi korban kekerasan seksual lagi di sana.
Women from Rote Island pun bercerita
tentang perjuangan para perempuan dari Rote yang berusaha untuk mencari
keadilan terhadap kasus kekerasan dan diskriminasi.
Dalam ajang Festival Film Indonesia 2023,
Women from Rote Island mendapatkan 14 nominasi, termasuk sejumlah kategori
bergengsi.
Women from Rote Island berhasil membawa
pulang empat piala paling prestise, yaitu Sutradara Terbaik, Penulis Skenario
Asli Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, dan juga Film Cerita Panjang
Terbaik.
Film karya sutradara Jeremias Nyangoen ini juga
telah menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Academy Awards (Oscar) 2025
untuk kategori Best International Feature Film. Sebelumnya, film Women from
Rote Island telah meraih penghargaan Film Terbaik dalam ajang Asian Film
Festival Barcelona 2023 dan Film Terbaik dalam ajang New York Asian Film
Festival 2024.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
