BPODT Gandeng Rumah Produksi Film “Women From Rote Island” Untuk Garap Film Batak

top-news

BPODT Gandeng Rumah Produksi Film “Women From Rote Island” Untuk Garap Film Batak

Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) bersama Rumah Produksi PT Bintang Cahaya Sinema tanda tangani MoU pembuatan film pendek yang mengangkat Budaya Batak, Kamis (8/5/2025).

“Tujuannya ini untuk mempromosikan Danau Toba, lebih tepatnya Geopark-nya, kekayaan alamnya dan budayanya, untuk di promosikan melalui film pendek tadi  di kompetisi-kompetisi internasional. ” Ungkap Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan.

Chief Executive Officer (CEO) rumah produksi PT Bintang Cahaya Sinema, Rizka Kurnianingrum mengatakan bahwa film pendek ini akan mengangkat tema perjuangan perempuan Batak. Garis besar film ini akan menceritakan perjuangan seorang ibu untuk keluarganya.

“Untuk ceritanya sendiri, mungkin akan bisa lebih detail ke depannya. Saat ini kita masih proses meriset lebih dalam. ” Ucap Rizka.

Rizka mengatakan bingung menentukan lokasi shooting film pendek di sekitar Danau Toba. Ia dan tim telah mensurvey lokasi ke pulau Samosir dan Bakkara, dan kesulitan menentukan lokasi shooting karena keindahan di setiap lokasi di sekitar Danau Toba.

“Hari pertama kami sudah ke pulau Samosir, dan kami menentukan lokasi shootingnya akan di Samosir. Hari kedua kita pindah ke Bakkara, dan kita jadi goyah. Ini kok hampir semua lokasinya bagus semua ya? Jadi kita ga bisa memutuskan terlalu cepat bakal shooting dimana.” Kata Rizka dengan kagum.

Film ini akan melibatkan penulis dan sutradara Bagus Wirati Purbanegara (B. W. Purbanegara). Ia dikenal dengan film Ziarah (2016), Doremi & You (2019) dan Romantik Problematik (2022).

B.W. Purbanegara telah memenangkan banyak penghargaan lewat film Ziarah. Penghargaan tersebut meliputi Film Terbaik di Salamindanaw Film Festival, Skenario Terbaik versi Majalah Tempo, Nominasi Penulis Skenario Terbaik di Festival Film Indonesia, Nominasi Film Terbaik di Apresiasi Film Indonesia.

Mengenai Film “Women From Rote Island”

Film “Women From Rote Island” menceritakan tentang Martha, seorang perempuan dari pulau Rote yang telah lama merantau untuk bekerja di perkebunan sawit di Malaysia. Kepulangannya ke Pulau Rote dalam keadaan depresi dan banyak luka di tubuhnya ternyata memiliki latar belakang yang mencekam.

Sebelumnya, Martha telah mengalami kekerasan seksual dari majikannya Malaysia. Alih-alih mendapatkan bantuan di kampungnya, Martha justru menjadi korban kekerasan seksual lagi di sana.

Women from Rote Island pun bercerita tentang perjuangan para perempuan dari Rote yang berusaha untuk mencari keadilan terhadap kasus kekerasan dan diskriminasi.

Dalam ajang Festival Film Indonesia 2023, Women from Rote Island mendapatkan 14 nominasi, termasuk sejumlah kategori bergengsi.

Women from Rote Island berhasil membawa pulang empat piala paling prestise, yaitu Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, dan juga Film Cerita Panjang Terbaik.

Film karya sutradara Jeremias Nyangoen ini juga telah menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Academy Awards (Oscar) 2025 untuk kategori Best International Feature Film. Sebelumnya, film Women from Rote Island telah meraih penghargaan Film Terbaik dalam ajang Asian Film Festival Barcelona 2023 dan Film Terbaik dalam ajang New York Asian Film Festival 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *